Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu
Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu - Hallo sahabat http://syuhadashahrizam23.blogspot.com, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel My Ngamen,
Artikel Takkan Melayu Hilang Di Bumi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu
link : Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu
Anda sekarang membaca artikel Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu dengan alamat link https://syuhadashahrizam23.blogspot.com/2009/01/mengenal-pakaian-budbahasa-melayu.html
Judul : Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu
link : Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu
Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu
Sampai ketika ini Teluk Belanga , Baju Kurung dan Kebaya Panjang merupakan salah satu pakaian moral melayu terpopuler yang masih dipertahankan keberadaannya. Pakaian moral ini tetap eksis bukan saja di Indonesia tetapi di Malaysia dan Singapura.
Pada zaman dahulu perempuan melayu jarang bepergian, lebih banyak tinggal dirumah. Namun sejalan dengan perkembangan jaman dan kondisi masyarakat, perempuan melayu boleh bepergian. Pakaian perempuan melayu pada zaman dahulu menggunakan baju kurung yang berpesak dibawah lengan dan sibar pada kedua sisinya. Demikian juga pada kebaya panjang atau disebut juga kebaya lebih, namun sibar pada kebaya panjang dihilangkan. Dasar baju kebaya panjang ini sama saja dengan baju kurung. Perbedaannya hanya terdapat pada bagian dimuka pada kebaya terus hingga kebawah sehingga membagi bab muka menjadi dua sisi kiri dan kanan, lengan tetap berpesak pada bab ketiaknya.
Pakain perempuan melayu ini sebelum bab selendangnya disambungkan dengan bab muka, disambungkan dengan bab bagian kebaya kiri dan kanan. Pada bab muka kebaya panjang ini baju ditutup dengan peniti atau semat jumlahnya 3 buah. Bentuknya bulat dan asatu sama lain tidak dihubungkan dengan rantai ibarat kini ini. Sedangkan untuk kain sarung selalu menggunakan kain kain songket. Untuk epilog kepala, dulu tidak menggunakan kain selendang tetapi kain songket. Tetapi kini tidak lagi untuk menutup kepala tetapi hanya untuk dipegang dan menyelimutu pundak ibarat dengan pakaian moral Bugis.
Jika bepergian, sebagai ganjal kaki menggunakan selop kelingkan. Sanggul hampir ibarat dengan Maluku yakni agak tinggi dan bundar. Sanggul biasa dihiasi untaian bayangan tanjung, daun cermin, bunga cempaka atau kenanga. Untaian bunga tanjung biasanya dipasang melingkari sanggul. Sedangkan bunga kenanga atau cempaka dengan daun cemrinin hanya diselipkan dipinggir sanggul. Cara ini disebut menyunting.
Untuk pakaian laki-laki mengenakan teluk belanga. Teluk belanga berleher bulat dengan bagian pada bab mukanya. Pada bab keliling lehernya dihiasi dengan hiasan tusuk yang dinamakan tulan belut. Kemudian pinggang atau pinggulnya diikat dengan kain songket atau kain ketat. Sedangkan epilog kepala menggunakan kopiah atau peci . Sedangkan bagi darah biru atau raja mengenakan semacam kuluk atau disebut tanjak. Sama dengan perempuan pakaian laki-laki juba mengenakan selop kelingkan.
Untuk jenis kain untuk pakaian moral melayu yang paling disukai berwarna kuning muda, berbahan sutra atau satin, atau materi songket. Selain itu juga ada corak lainnya ibarat biru muda, coklat muda dan crem juga ada.
Demikianlah Artikel Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu
Sekianlah artikel Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Mengenal Pakaian Budbahasa Melayu dengan alamat link https://syuhadashahrizam23.blogspot.com/2009/01/mengenal-pakaian-budbahasa-melayu.html
