Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ?

Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ? - Hallo sahabat http://syuhadashahrizam23.blogspot.com, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ?, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Hot Info, Artikel My Ngamen, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ?
link : Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ?

Baca juga


Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ?

Musik Dangdut yaitu fatwa musik yang sudah tidak gila bagi masyarakat Indonesia, Dangdut kita ketahui merupakan musik yang sangat Merakyat bagi bangsa Indonesia semenjak jaman berdirinya negara Indonesia.

Musik Dangdut ada berawal dari periode kolonial Belanda, waktu itu ada perpaduan alat musik Indonesia, Arab dan Belanda yang dinamakan gotong royong dalam Tanjidor. Musik ini merupakan orkestra mini yang khas dan dipertunjukkan sambil berjalan oleh para budak peliharaan tuan-tuan kulit putih penguasa pekebunan di sekitar Batavia. Sepanjang periode 19, banyak imbas dari luar diserap oleh masyarakat Indonesia. Misalnya imbas dari Cina yaitu ansambel Cina-Betawi yang disebut gambang kromong dan juga keroncong.

Pada dasarnya, bentuk musik dangdut berakar dari musik melayu pada tahun 1940-an. Irama melayu sangat kental dengan unsur fatwa musik dari India dan gabungan dengan irama musik dari arab. Unsur Tabuhan Gendang yang merupakan bab unsur dari Musik India digabungkan dengan Unsur Cengkok Penyanyi dan harmonisasi dengan irama musiknya merupakan suatu ciri khas dari Irama Melayu merupakan awal dari mutasi dari Irama Melayu ke Dangdut. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer kini masuk imbas unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi).

Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu. Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Barat dari Presiden Sukarno menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Dari masa ini sanggup dicatat nama-nama menyerupai P. Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya (dengan gaya panggung menyerupai penari India), Husein Bawafie sang pencipta Boneka dari India, Munif Bahaswan, serta M. Mashabi (pencipta skor film "Ratapan Anak Tiri" yang sangat terkenal di tahun 1970-an).

Perubahan arus politik Indonesia di selesai tahun 1960-an membuka masuknya imbas musik barat yang berpengaruh dengan masuknya gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap imbas bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, pop, rock, bahkan house music. Irama melayu menjadi suatu fatwa musik kontemporer, yaitu suatu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.

Pada tahun 1960 an Musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Dan mulai jaman ini lah sebutan untuk Irama Melayu mulai bermetamorfosis terkenal dengan Sebutan Musik Dangdut. Sebutan Dangdut ini merupakan Onomatope atau sebutan yang sesuai dengan bunyi bunyi bunyi, yaitu bunyi dari Bunyi alat musik Tabla atau yang biasa disebut Gendang. Dan alasannya yaitu bunyi gendang tersebut lebih didominasi dengan Bunyi Dang dan Dut, maka semenjak itulah Irama Melayu berubah sebutanya menjadi suatu fatwa Musik gres yang lebih terkenal dengan Irama Musik Dangdut.

Pada jaman era Pra 1970 an ini seniman dangdut yang terkenal antara lain : M. Mashabi, Husein Bawafie, Hasnah Tahar, Munif Bahaswan, Johana Satar, Ellya Kadam

Menjelang 1970, Rhoma Irama mulai menawarkan kemampuan bermusiknya di irama dangdut. Rasa tidak puas dan cita-cita terkenal mendorong Rhoma Irama membuat irama musik baru. Irama musik Melayu dikombinasikan dengan fatwa musik rock, pop, dan irama lain. Hasil yang diciptakan yaitu irama dangdut. Semenjak masa itu, istilah dangdut semakin terkenal di Indonesia. Lagu-lagu yang diciptakan Rhoma Irama tidak sekedar menampilkan keindahan. Lirik-lirik yang bermakna dakwah merupakan isi lagu-lagunya. Beberapa nama dari masa 1970-an yang sanggup disebut yaitu Mansyur S., Ida Laila, A. Rafiq, serta Muchsin Alatas. Populernya musik Melayu sanggup dilihat dari keluarnya beberapa album pop Melayu oleh kelompok musik pop Koes Plus di masa jayanya.

Dalam goresan pena G.R. Lono Lastoro Simatupang bahwa pertolongan nama orkes melayu atau musik melayu yaitu untuk membedakan struktur musikal musik musik melayu dengan struktur musik musik eropa pada masa itu. Tetapi dalam kenyataannya kelompok musik bergelar "Orkes Melayu" tidak selalu memainkan musik berirama melayu.

Namun demikian pertolongan label lagu dangdut yaitu lagu melayu bukan tidak beralasan. Sejarah telah mencatat bahwa asal mula lagu dangdut orisinil (bukan popdut, koplo, dangdut reggae atau lagu dangdut adonan lainnya) paling banyak dipengaruhi oleh musik musik melayu dan India dibanding imbas musik lainnya. Oleh alasannya yaitu itu julukan Orkes Melayu pada masa itu yaitu identik dengan Orkes Dangdut yang selalu mendendangkan lagu lagu dangdut orisinil (dangdut melayu) bukan dangdut lainnya.


Demikianlah Artikel Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ?

Sekianlah artikel Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Sejarah Dangdut : Mengapa Musik Dangdut Lawas Disebut Musik Melayu ? dengan alamat link https://syuhadashahrizam23.blogspot.com/2009/01/sejarah-dangdut-mengapa-musik-dangdut.html

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel