Alat Musik Tradisional Bali
Alat Musik Tradisional Bali - Hallo sahabat http://syuhadashahrizam23.blogspot.com, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Alat Musik Tradisional Bali, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Hot Info,
Artikel My Ngamen, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Alat Musik Tradisional Bali
link : Alat Musik Tradisional Bali
Anda sekarang membaca artikel Alat Musik Tradisional Bali dengan alamat link https://syuhadashahrizam23.blogspot.com/2009/01/alat-musik-tradisional-bali.html
Judul : Alat Musik Tradisional Bali
link : Alat Musik Tradisional Bali
Alat Musik Tradisional Bali
Alat musik tradisional Bali - Setiap tempat mempunyai lagu dan musik tradisional. Demikian juga untuk memainkan lagu dan musik tempat membutuhkan alat musik tradisional khas tempat tersebut. Perbedaan nama tentu saja alat musik tersebut mempunyai ciri khas baik bentuk ornamen, gesekan atau cara memainkannya yang membuatnya berbeda walaupun dengan fungsi dan bunyi yang sama. Demikian juga yang terjadi di Bali.Dan berikut ini beberapa alat musik tradisional Bali yang sanggup kita kenal :
1. Alat Musik Tradisional Bali - "Gamelan Bali"
Bali yang kita kenal sebagai pulau dewata juga mempunyai gamelan ibarat halnya provinsi lain di pulau Jawa. Gamelan sendiri merupakan seperangkat alat musik tradisional yang terdiri dari gong, kendang, kempul dan gambang. Bahan pembuatan gamelan antara lain terbuat dari logam, menghasilkan bunyi yang nyaring dan gema yang yang bagus, digunakan dalam upacara agama dan mengiringi tarian.
Walaupun sanggup dikatakan mempunyai fungsi yang sama dengan gamelan dari pulau Jawa, akan tetapi bentuk ornamen atau hiasan gamelan Bali menjadi salah satu ciri yang membedakannya.
Walaupun sanggup dikatakan mempunyai fungsi yang sama dengan gamelan dari pulau Jawa, akan tetapi bentuk ornamen atau hiasan gamelan Bali menjadi salah satu ciri yang membedakannya.
![]() |
| Gamelan Bali |
2. Alat Musik Tradisional Bali - "Rindik"
Rindik merupakan salah satu alat musik tradisional Bali. Alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul tersebut terbuat dari susunan bambu.
Terdapat lima nada dasar yang dimiliki oleh Rindik. Rindik biasa digunakan sebagai musik pengiring hiburan rakyat "Joged Bumbung. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sekarang Rindik sudah lebih fleksibel dalam pemakaiannya. Beberapa diantaranya yakni sebagai komplemen untuk program pernikahan/resepsi serta sanggup pula untuk menyambut tamu.
![]() |
| Alat musik tradisional Bali - Rindik |
3. Alat Musik Tradisional Bali - "Ceng-Ceng"
Alat musik tradisional Bali selanjutnya disebut dengan Ceng-ceng. Ceng ceng yakni musik yang berbentuk ibarat 2 buah keping simbal yang terbuat dari logam, yang dimainkan dengan carame madukan keping simbal tersebut. Alat musik tradisional Bali yang satu ini digunakan untuk mengiringi gamelan maupun rindik.
![]() |
| Alat musik ceng-ceng dari Bali |
4. Alat Musik Tradisional Bali - "Pereret"
Alat musik tradisional Pereret dari Bali merupakan alat musik kuno sejenis trompet yang terbuat dari materi kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi trompet. Alat musik ini banyak dibuat di tempat Jembrana, Bali. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati. Cara memakai Pereret ini yakni dengan meniup alat tersebut sehingga keluar bunyi yang sangat merdu dan menawan hati.
Di Bali jaman dahulu dikenal dengan istilah Pereret pengasih asih. Hal ini disebabkan lantaran biasanya alat ini sering digunakan oleh cowok untuk mengguna-gunai seorang gadis yang dicintai nya, kemudian memainkannya pada malam hari diatas pohon yang tinggi, sehingga suaranya sanggup didengar sayup-sayup merdu dari jarak kurang lebih satu kilometer. Sebelum dipakai, alat tersebut terlebih dahulu diisi dengan kekuatan mistik oleh Jero Balian (Dukun) dengan cara memberi sesajen sakral yang dipersembahkan kepada Sanghyang Pasupati.
Di Bali jaman dahulu dikenal dengan istilah Pereret pengasih asih. Hal ini disebabkan lantaran biasanya alat ini sering digunakan oleh cowok untuk mengguna-gunai seorang gadis yang dicintai nya, kemudian memainkannya pada malam hari diatas pohon yang tinggi, sehingga suaranya sanggup didengar sayup-sayup merdu dari jarak kurang lebih satu kilometer. Sebelum dipakai, alat tersebut terlebih dahulu diisi dengan kekuatan mistik oleh Jero Balian (Dukun) dengan cara memberi sesajen sakral yang dipersembahkan kepada Sanghyang Pasupati.
![]() |
| Alat musik pereret |
5. Alat Musik Tradisional Bali - "Genggong"
![]() |
| Alat musik tradisonal genggong Bali |
Genggong merupakan salah satu instrumen getar yang unik yang semakin jarang dikenal orang. Keunikannya terletak pada bunyi yang ditimbulkannya yang kalau dirasakan memberi kesan ibarat mirip bunyi katak sawah yang riang bangga bersahut-sahutan di malam hari. Keunikannya yang lain yakni memanfaatkan rongga verbal orang yang membunyikannya sebagai resonator.
Alat musik tradisional Bali ini dibunyikan dengan cara mengulum (yanggem) pada pecahan yang disebut “palayah”nya. Jari tangan kiri memegang ujung alat sebelah kiri dan ajun menggenggam tangkai bambu kecil yang dihubungkan dengan tali benang dengan ujung alat di sebelah kanan. Untuk membunyikannya maka benang itu ditarik-tarik ke samping kanan agak menyudut ke depan, tetapi tidak meniupnya. Rongga verbal hanya sebagai resonator, dibesarkan atau dikecilkan sesuai dengan rendah atau tinggi nada yang diinginkan.
Di Bali alat musik Genggong ini semata-mata digunakan sebagai hiburan, contohnya dalam program perkawinan. Seniman pengrajin pembuat genggong yang masih aktif banyak didapatkan di Desa Batuan, Kabupaten Gianyar, contohnya pada seorang yang berjulukan I Made Meji. Ada kalanya dibuat sebagai barang “souvenir” yang dijajakan buat para wisatawan.
Bahan untuk menciptakan genggong yakni pelepah pohon enau yang di Bali disebut “pugoug”. Dipilih yang cukup renta dan kering, lebih diutamakan yang mengering di batangnya sendiri. Dipilih kulit luarnya, dibuat irisan penampang segi empat panjang dengan ukuran lebih kurang 2 cm lebar dan dua puluh cm panjangnya. Bagian dalam yang lunak dibersihkan sampai tinggal luarnya yang keras setebal kira-kira seperempat cm. Palayah atau pecahan instrumen yang bergetar terletak di tengah-tengah irisan yang kedua ujungnya berjarak dua cm dari batas ujung penampang irisan. Lebar palayah setengah cm. Palayah terdiri dari tubuh palayah dan ujung palayah yang berada atau mengarah ke pecahan kiri irisan. Ujung palayah ini diusahakan setipis mungkin dengan lebar kira-kira sepuluh mm. Demikian pula pecahan tubuh palayah dibuat tipis, kira-kira 2 cm di pecahan atasnya dibuat tetap tebal, yaitu setebal irisan keseluruhan penampang irisan. Selanjutnya pada ujung kanan irisan penampang dibuat lobang tempat tali benang, yang kira-kira panjangnya 5 cm.
Benang itu diikatkan pula pada setangkai bambu lingkaran yang kecil, sepanjang 10 cm. Waktu membunyikan genggong ajun memegang tangkai tersebut secara vertikal untuk menarik benang sampai palayahnya tergetar.
Di Bali alat musik Genggong ini semata-mata digunakan sebagai hiburan, contohnya dalam program perkawinan. Seniman pengrajin pembuat genggong yang masih aktif banyak didapatkan di Desa Batuan, Kabupaten Gianyar, contohnya pada seorang yang berjulukan I Made Meji. Ada kalanya dibuat sebagai barang “souvenir” yang dijajakan buat para wisatawan.
Bahan untuk menciptakan genggong yakni pelepah pohon enau yang di Bali disebut “pugoug”. Dipilih yang cukup renta dan kering, lebih diutamakan yang mengering di batangnya sendiri. Dipilih kulit luarnya, dibuat irisan penampang segi empat panjang dengan ukuran lebih kurang 2 cm lebar dan dua puluh cm panjangnya. Bagian dalam yang lunak dibersihkan sampai tinggal luarnya yang keras setebal kira-kira seperempat cm. Palayah atau pecahan instrumen yang bergetar terletak di tengah-tengah irisan yang kedua ujungnya berjarak dua cm dari batas ujung penampang irisan. Lebar palayah setengah cm. Palayah terdiri dari tubuh palayah dan ujung palayah yang berada atau mengarah ke pecahan kiri irisan. Ujung palayah ini diusahakan setipis mungkin dengan lebar kira-kira sepuluh mm. Demikian pula pecahan tubuh palayah dibuat tipis, kira-kira 2 cm di pecahan atasnya dibuat tetap tebal, yaitu setebal irisan keseluruhan penampang irisan. Selanjutnya pada ujung kanan irisan penampang dibuat lobang tempat tali benang, yang kira-kira panjangnya 5 cm.
Benang itu diikatkan pula pada setangkai bambu lingkaran yang kecil, sepanjang 10 cm. Waktu membunyikan genggong ajun memegang tangkai tersebut secara vertikal untuk menarik benang sampai palayahnya tergetar.
Demikianlah Artikel Alat Musik Tradisional Bali
Sekianlah artikel Alat Musik Tradisional Bali kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Alat Musik Tradisional Bali dengan alamat link https://syuhadashahrizam23.blogspot.com/2009/01/alat-musik-tradisional-bali.html




